Menyembul Keringat Meski Tidak Olah Badan, Ini Penyebabnya

VIVA   –  Pernahkah Kamu berkeringat padahal sedang tak berolah raga atau bahkan kepanasan?

Walau sebenarnya berkeringat merupakan respons tubuh untuk mengontrol suhu, tetapi ada saatnya tubuh men keringat karena kondisi tertentu.

Dokter di Westmed Medical Group, Yonkers, New York, Nicolas Pantaleo mengatakan, saat Anda merasakan stres misalnya karena pekerjaan, semua emosi yang Anda rasakan meningkatkan suhu tubuh Anda sehingga munculah keringat.

“Mengontrol kecemasan dapat membantu dalam situasi ini, terutama teknik relaksasi yang mengurangi kekhawatiran, ” kata Pantaleo seperti dikutip dari Livestrong, Sabtu 19 Desember 2020.

Kondisi hiperhidrosis yang ditandai dengan keringat berlebih juga bisa menjadi penyebab. Menurut Pantaleo, karakter dengan hiperhidrosis biasanya berkeringat kira-kira empat sampai lima kali lebih banyak daripada orang lain.

Berkeringat yang tidak terkendali pada bagian tubuh seperti ketiak, kaki, tangan dapat terjadi dengan sendirinya atau akibat kondisi medis setiap seminggu sekali dan biasanya sering dimulai sebelum usia 25 tahun, menurut International Hyperhidrosis Society.

Keringat akibat kondisi kesehatan umumnya dimulai pada masa dewasa, saat tidur dan gejalanya bisa jadi kelanjutan diabetes, menopause, hipertiroidisme (tiroid yang terlalu aktif), asam urat, rheumatoid arthritis atau bahkan limfoma.

Penyebab lainnya keringat selalu bisa karena obat yang Anda konsumsi. Beberapa obat dapat menyala pada bagian tertentu dari penggagas dan sistem saraf Anda, dengan pada akhirnya memicu keringat misalnya obat antidepresan, antibiotik dan antivirus tertentu, kortikosteroid, obat tiroid & insulin.

Bedanya keringat akibat obat ini dengan keringat pada umumnya, ialah cenderung terjadi di seluruh tubuh Anda atau tidak terpusat hanya di tangan atau kaki.

Oleh sebab itu, kapan harus ke dokter? Bila tidak ada masalah medis dengan mendasarinya, Anda mungkin tidak perlu mencari bantuan ahli medis.

“Jika keringat tidak mengganggu Anda dan terjadi setelah pemicu tertentu, Anda tidak perlu melakukan apa pun, ” ujar Pantaleo.

Tetapi, jika situasi berkeringat disertai sesak napas, sakit dada, jantung berdebar-debar, sakit kepala atau pusing segeralah berkonsultasi dengan dokter karena keringat dingin berbenturan dengan gejala di atas mampu mengindikasikan serangan jantung. )ant)