Lima Kampus Ini Terapkan Sistem Digital

VIVA   – Penerapan pola digital di masa pandemi meningkat dengan pesat. Hal ini kelanjutan adanya pembatasan sosial, sehingga banyak hal harus dilakukan melalui dunia maya untuk mengurangi penyebaran virus.

Termasuk juga tempat pendidikan, mulai dari sekolah pokok hingga kampus, yang mengharuskan arketipe belajar dilakukan dari jarak jauh.

Tak hanya soal sistem belajar, pengelolaan kampus selalu mulai menerapkan sistem digital. Adanya integrasi pada  server   membuat pemantauan bisa dikerjakan jauh lebih mudah dan segera.

“Senam bulan terakhir ini menunjukkan seberapa pentingnya infrastruktur digital, khususnya yang berhubungan dengan pembayaran. Apalagi dengan diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh,   yang terus berjalan hingga saat ini dan masalah sulitnya membongkar-bongkar mahasiswa baru, ” ujar  Founder dan CEO Infradigital  Nusantara,   Ian McKenna melalui keterangan resmi, Senin tujuh Desember 2020.

Peristiwa itu yang mendasari lima kampus, yakni  LP3I, IT PLN, Universitas Panca Sakti Bekasi, Universitas Muhammadiyah Kuningan, dan STIMA IMMI Jakarta untuk bergabung dengan jaringan IDN.

“Dampak pandemi buat Universitas Panca Sakti cukup gembung, terutama dari penerimaan mahasiswa baru yang jumlahnya berkurang sekitar 40-50 persen, ” tutur  Rektor Universitas Panca Sakti, Zaharuddin.

Ketua Umum Perserikatan Perguruan Tinggi Swasta,   Akhlak Djatmiko menjelaskan bahwa kerja pas ini bisa membantu perguruan tinggi untuk memperbaiki pengelolaan  dan mempercepat digitalisasi di kampus, sehingga memajukan peningkatan kualitas mutu pendidikan & layanan pendidikan.

Layanan yang diberikan mulai dari Pola Informasi Akademik, pembayaran biaya pelajaran, kegiatan belajar mengajar hingga Pengakuan Mahasiswa Baru.

Jaringan IDN juga  membantu digitalisasi lembaga pendidikan dengan sistem yang terintegrasi di 18 kanal pembayaran, bagaikan Gojek, Tokopedia, Indomaret, Blibli, beserta LinkAja.