Masih Banyak Karyawan yang Enggak Ngerti Kerja Digital

VIVA   – Pandemi  mendesak banyak perusahaan untuk segera melangsungkan percepatan digital, dalam menjalankan bisnisnya. Sebuah studi menyebutkan, bahwa penuh pemimpin bisnis yang berupaya menghilangkan kesenjangan keterampilan.

“Riset IBM Institute for Business Value (IBV) mengungkap, ada 4 sejak 10 eksekutif human resources (HR) yang disurvei, mengatakan bahwa mereka mempunyai keterampilan yang dibutuhkan untuk melahirkan strategi perusahaan, ” ujar Country Manager HR  IBM Indonesia, Husein Samy dalam konferensi pers virtual, dikutip Kamis 12  November 2020.

Studi juga menemukan, ada 120 juta pekerja daripada 12 negara dengan ekonomi terbesar di dunia  membutuhkan pelatihan ulang akibat kehadiran AI ( artificial intelligence ) dan otomasi. Diakui oleh para pemimpin perusahaan, tantangan terbesar percepatan digital adalah kurangnya keterampilan karyawan.

Untuk mengatasi kesenjangan, 74 persen eksekutif mengaku telah membantu karyawan beradaptasi dengan cara kerja baru di pusat pandemi. Tapi, hanya 38 persen karyawan yang memiliki pendapat yang sama.

“Pemimpin perusahaan seharusnya melakukan perubahan untuk memenuhi ekspektasi karyawan  karena adanya pandemi, bagaikan memberikan dukungan menyeluruh untuk kesehatan tubuh, pengembangan keterampilan baru, dan kemahiran karyawan yang mengandalkan pendekatan pribadi atau personal, termasuk bagi pegawai yang bekerja dari jarak jauh, ” lanjutnya.

Riset IBV  bertemakan Accelerating the Journey to HR 3. 0, main sama dengan analis independen Josh Bersin dari Josh Bersin Academy. Studi juga menemukan, terdapat enam dari 10 perusahaan yang mempunyai kinerja tinggi karena penggunaan AI dan analitik.

”Saat ini, banyak departemen HR berencana untuk mengadopsi teknologi, seperti cloud dan analytic agar bisa melaksanakan pendekatan terpadu dan mandiri di dalam memenuhi tanggung jawab HR tradisional. Terutama terkait pemberdayaan karyawan melalui  dukungan secara menyeluruh yang bisa  mendorong perubahan strategis lebih tumbuh demi kemajuan bisnis, ” katanya.

Baca selalu:   Cari Uang dari Podcast Bakal Lebih Mudah