TikTok Kian Terpojok

VIVA   –  Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuktikan ucapannya dengan menandatangani perintah eksekutif buat memblokir semua transaksi dengan ByteDance Technology yang merupakan induk sejak aplikasi video pendek TikTok.

Dilansir dari situs The Verge , Jumat, 7 Agustus 2020, perintah ini dalam upaya mengatasi keadaan darurat nasional yang berhubungan dengan ikatan pasokan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Penyebaran penggunaan yang dikendalikan oleh pemerintah China terus mengancam keamanan nasional, kecendekiaan luar negeri dan ekonomi negeri. Kita harus mengambil tindakan bernafsu terhadap TikTok untuk melindungi keamanan nasional, ” bunyi perintah manajer tersebut.

Transaksi dengan platform WeChat selalu turut dilarang, yang mana memiliki basis kecil pengguna di kampung Paman Sam. Langkah ini dikerjakan setelah berbulan-bulan ketegangan antara besar negara.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan pejabat lainnya di Gedung Suci memperingatkan bahwa TikTok memberi risiko nasional karena berbasis di kampung Tirai Bambu.

Lulus, Trump mengatakan kepada media bahwa akan ada larangan terhadap praktik. Upaya tersebut kemudian mendapat respons potensi penjualan TikTok ke Microsoft.

Kepala Eksekutif Microsoft Satya Nadella mengaku telah berdiskusi dengan Trump untuk mendapat basis pengguna yang ada di AS, Kanada, Australia serta Selandia Baru.

Namun, masalah peralihan kepemilikan ini sedang belum menemukan jalan keluar. Dialog masih tentatif dan tidak ada jaminan bahwa Microsoft akan menjelma pemilik sah TikTok.

Perintah Trump ini akan asi 45 hari setelah rilis ataupun 20 September mendatang. Artinya, pada masa tersebut TikTok harus telah mencapai kesepakatan dengan Microsoft. Namun Microsoft berjanji diskusi akan diselesaikan pada 15 September 2020.