Indosat Gak Terima Surat Penutupan Pejabat dari Pemprov DKI Jakarta

VIVA   –  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke 3. 124 perusahaan di ibu kota dalam rangka melakukan pengawasan protokol kesehatan tubuh terkait pandemi Virus Corona COVID-19. Sidak berlangsung dari pekan semrawut hingga 4 Agustus 2020.

Dari hasil sidak tersebut diketahui bahwa sebanyak 389 diberi peringatan-1, 101 diberi peringatan-2, serta 29 perusahaan ditutup dengan dua kategori. Salah satunya PT Indosat Ooredoo Tbk atau ISAT.

Baca: 29 Perusahaan di Jakarta Ditutup Gara-gara Virus Corona

Menanggapi hal ini, Senior Vice President and Head of Corporate Communications PT Indosat Ooredoo Tbk, Turina Farouk, menyampaikan klarifikasi sebagai berikut.

Ia mengutarakan bahwa kantor Indosat telah dikunjungi oleh Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kota Administrasi Jakarta Pusat pada Selasa, 28 Juli dan Satgas Aman Nusa II Penanganan COVID-19 Polda Metro Jaya pada Rabu, 5 Agustus 2020.

Hasilnya dengan umum mengapresiasi terhadap Pelaksanaan Rencana Pencegahan COVID-19 yang telah dilakukan oleh Indosat Ooredoo dan tak adanya pelanggaran protokol COVID-19 apapun.

“Kami juga telah menandatangani Pakta Tabiat terkait kesediaan Indosat dalam pencegahan, pengendalian, dan perlindungan karyawan kepada COVID-19, ” kata Turina, hari ini.

Selain itu, Indosat Ooredoo telah mengirim tulisan berisi informasi yang diminta sebab pihak Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kota Tata laksana Jakarta Pusat, serta telah menyala sama dengan Polda Metro Hebat dalam mensosialisasikan dan menempelkan poster protokol kesehatan terkait COVID-19.

“Kami ingin menyampaikan kalau sejak awal bulan Maret kemarin telah melaksanakan kebijakan manajemen, yakni work from home (WFH). Adapun dua kasus terkonfirmasi COVID-19 yang tersedia di kantor kami adalah kasus transmisi yang berasal di sungguh kantor Indosat, ” paparnya.

Ia menegaskan sampai zaman ini Indosat Ooredoo tidak sudah menerima teguran maupun perintah dari dinas/instansi terkait perihal penutupan jawatan pusat.

“Jadi intinya, yang positif COVID-19 bukan di area kantor pusat, karena sedang menerapkan WFH. Dan, kami juga tidak menerima surat teguran atau pun penutupan kantor, ” jelas Turina.

Berdasarkan petunjuk yang diperoleh, 26 perkantoran yang ditutup karena konfirmasi COVID-19 yakni:

Wilayah Jakarta Was-was:

PT Indosat Ooredoo Tbk atau ISAT

Wisma BSG Abdul Muis

PT Kimia Farma (Persero) Tbk

PT Linktone Indonesia

PT Meindo Elang Indah

Was-was pengelolaan komplek Kemayoran Kementerian Tata usaha Negara

BRI KCU Tanah Abang

Daerah Jakarta Barat:

Kantin Kantor Wali Kota Jakarta Barat

PTSP Jakarta Barat

Wilayah Jakarta Melahirkan:

BCA Multifinance

Polres Jakarta Utara

Kecamatan Koja

PT Dunia Ekspedisi Transindo

PT Astra Daihatsu Mesin

Wilayah Jakarta Timur:

PT Yamaha

PT Puninar

Tip Top

PT Mitsubishi Krama Yudha Motor

PT PP Konstruksi

BPKP

Daerah Jakarta Selatan:

PT BCA SCBD

KEB Hana Bank

PT Daeyong Communication Indonesia

PT Kronus Indonesia

PT Asiapay Technology Indonesia

BNI Life Smesco

Sedangkan 3 perkantoran dengan melangar protokol kesehatan adalah Order Graha Pertamina (Jakarta Pusat), PT FAP Agri (Jakarta Barat), dan PT Wintard Jaya (Jakarta Timur).