Waspada, Ternyata Begini Cara Peretas Mengambil Akun Twitter

VIVA   –Pertengahan bulan ini Twitter baru saja menjadi objek peretasan massal. Sejumlah akun hak beberapa tokoh dunia seperti Barrack Obama, Elon Musk, Bill Gates, hingga Kanye West berhasil diambil alih oleh para pelaku kebiadaban siber.

Kekacauan dimulai saat akun Twitter CEO Tesla Elon Musk digunakan untuk mengabulkan penipuan Bitcoin. Lalu, akun milik Pendiri Microsoft Bill Gates dengan memposting hal serupa. Twitter cepat melakukan investigasi untuk mengetahui pasal masalah ini.

Dari laporan terakhir, raksasa media sosial itu mengatakan peretasan berasal sebab serangan spear phishing, seperti dikutip dari Cnet, Jumat 31 Juli 2020.

Ketika melakukan serangan peretasan massal, pelaku membutuhkan akses ke jaringan internal Twitter, dan memiliki kredensial karyawan untuk mendapatkan dukungan ke tools khusus. Dengan demikian, mereka menargetkan lebih banyak karyawan, yang memiliki akses tools pendukung.

Baca juga: Facebook Menahan Dapat Cuan Saat Dimanfaatkan buat Menyebarkan Hoax

“Tidak semua karyawan yang menjadi tumpuan memiliki izin untuk menggunakan akun tools manajemen, namun para penyerang menggunakan kredensial mereka untuk mengakses sisgtem internal kami dan mendapatkan informasi mengenai proses kami, ” ungkap Twitter.

Mengutip laman resmi Kaspersky, spear phishing adalah penipuan email atau komunikasi elektronik yang menetapkan kepada spesifik individu, organisasi atau bisnis.

Para karakter memiliki dua tujuan melakukan spear phishing. Salah satunya untuk mengembat data atau menginstall malware di dalam komputer korbannya. Sebelumnya Twitter menyebutkan ada 130 akun yang jadi korban peretasan massal peretngahan bulan ini.

Sekitar 45 akun berhasil diambil alih & para pelaku bisa mengunggah tweet, mengakses direct messages kepada 36 akun serta mengunduh data sebab tujuh akun.