Uang Digital Makin Populer, Tokocrypto Diguyur Investasi Binance

VIVA   –  Pedagang kekayaan kripto pertama yang teregulasi dalam Indonesia, Tokocrypto,
mendapatkan investasi dari Binance, salah satu perusahaan blockchain terbesar di dunia.

Co-Founder dan CEO Tokocrypto Pang Xue Kai menyatakan, investasi ini hendak digunakan untuk mempercepat pengembangan usaha Tokocrypto. Termasuk dalam hal buatan dan layanan baru, pengembangan teknologi, menghadirkan inisiatif-inisiatif baru.

Khususnya, dalam hal edukasi blockchain di Indonesia. Serta ekspansi secara nasional, seperti Surabaya, Bali, Medan, Makassar, Balikpapan, dan daerah yang lain.

“Investasi dari Binance ini akan dimanfaatkan untuk menghadirkan dan meningkatkan layanan terbaik dari Tokocrypto di pasar Indonesia, serta mempercepat visi saya dalam menghadirkan ekosistem keuangan terbuka melalui teknologi blockchain, ” perkataan Xue Kai dikutip dari keterangannya, Kamis 14 Mei 2020.  

Sementara itu Pembuat dan CEO Binance Changpeng Zhao (CZ) menyatakan, dengan adopsi teknologi yang cepat, pertumbuhan ekonomi dengan kuat, serta populasi terbesar keempat di dunia, Indonesia akan menjadi salah satu pusat terkemuka dari ekosistem blockchain di Asia Tenggara.

“Investasi kami di Tokocrypto memungkinkan kami untuk mengeksplorasi berhubungan peluang baru yang menarik. Khususnya untuk pasar Indonesia bersama mitra lokal yang telah teregulasi buat menghadirkan kebebasan dalam hal keuangan, ” tambahnya.

Sebagai informasi, Tokocrypto tunggal didukung oleh dewan penasihat dengan sangat berpengalaman dalam dunia kekayaan kripto. Antara lain Joshua Ho dan Darius Sit dari QCP Capital, serta Shaun Djie dibanding Digix, yang telah menjadi penasihat tim sejak 2018.

“Tokocrypto juga akan tetap menggelar berbagai inisiatif baru, termasuk meneruskan kerjasama dan kolaborasi dengan para pemangku kebijakan di Indonesia kaya BAPPEBTI dan PPATK, serta menyusun kerjasama strategis dengan para karakter industri lainnya”, tutup Teguh Kurniawan Harmanda, COO Tokocrypto.