Dijuluki Tawon Pembunuh, Sekali Sengatan Menghabisi Langsung ‘Lepas Landas’

VIVA   –  Tawon Raksasa Asia ( Asian Giant Hornet / Vespa mandarinia ) dijuluki tawon pembunuh. Sebab, sekali sengatan menyebabkan nyawa ‘lepas landas’ pedengan kematian. Seorang pria paruh berida berusia 54 tahun di Santiago, Spanyol meninggal dunia pada Minggu, 10 Mei lalu setelah disengat oleh tawon itu.

Mengutip situs Sputniknews , Rabu, 13 Mei 2020, pria tersebut meninggal dunia setelah menemukan sarang tawon di depan sarang lebah yang ia miliki. Tim paramedis kemudian dipanggil oleh tetangga korban, seorang peternak tawon, yang menemukan pria tersebut tidur kaku di lantai dekat sarang hewan penghasil madu tersebut.

Terlepas dari respons segera paramedis, pria itu dinyatakan meninggal dunia di lokasi. Menurut itu, Tawon Raksasa Asia itu dilaporkan menyengat pria itu di alisnya. Tapi, tidak ada penyebab resmi kematian yang dirinci oleh penguasa kesehatan setempat.

Tawon Raksasa Asia ialah serangga terbesar di dunia dengan berasal dari Asia Timur dengan iklim tropis, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Timur Jauh Rusia. Serangga penyengat itu juga baru-baru ini ditemukan di wilayah Pasifik Barat Laut Amerika Serikat (AS).

Spesies ini memiliki tubuh berukuran lebih dari dua inchi dari lebah biasa dan tepat disematkan sebagai lebah terbesar di dunia. Tak hanya itu, kumbang raksasa itu juga punya sengatan yang dapat membunuh manusia. Tak heran jika Tawon Raksasa Asia ini mendapat julukan tawon pembunuh ( killer hornet ).

Tawon tersebut memiliki penyengat yang panjangnya 0, 2 inchi yang berfungsi buat menyuntikkan racun yang dikenal sebagai peptida sitolitik yang menyebabkan kebobrokan jaringan dan pada akhirnya sanggup menyebabkan kematian. Seperti sengatan insect lainnya, racun milik tawon manusia besar ini sangat berbahaya jika korban alergi terhadapnya.

Awal bulan ini, peternak tawon di negara bagian Washington, AS melaporkan bahwa serangga pembunuh itu sering menyerang sarang lebah madu dan menghancurkan sarang kumbang mereka serta meninggalkan kelompok kumbang tanpa kepala. Namun, para terampil telah menepis kekhawatiran tentang Tawon Raksasa Asia yang sangat kritis bagi manusia itu.

“Jumlah orang yang tersengat & harus mencari perawatan medis betul kecil, ” kata Ahli Entomologi dari Departemen Pertanian AS, Chris Looney. “Orang takut akan peristiwa yang salah. Serangga paling merisaukan di luar sana adalah nyamuk. Orang tidak berpikir dua kali tentang mereka. Jika ada karakter yang membunuh serangga maka itu akan menjadi nyamuk, ” lanjut Looney.